PERKEMBANGAN BANJIR BANDANG AKIBAT JEBOLNYA TANGGUL AIR DI SITU GINTUNG
Kamis, 02 April 2009 00:00
Berita perkembangan banjir bandang akibat jebolnya tanggul air di Situ Gintung, Kel. Cirendeu Kec. Ciputat Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten tanggal 1 April 2009 pukul 19.00 WIB
Korban meninggal dunia bertambah seorang lagi menjadi 100 orang. (13 orang di antaranya belum teridentifikasi), korban rawat inap sebanyak 17 orang (16 orang dirujuk ke RSU Fatmawati dan 12 orang sudah pulang sembuh) dan 1 orang ke RS Pondok Indah (sudah pulang sembuh). Total jumlah korban yang dirawat jalan hingga saat ini menjadi sebanyak 507 orang, korban yang selamat hidup sebanyak 139 orang, korban yang belum ditemukan hingga saat ini sebanyak 3 orang. Pengungsian saat ini sebanyak 902 orang tersebar di 7 lokasi pengungsian.
Jajaran kesehatan telah melakukan evakuasi korban, mendirikan Pos Kesehatan dan memberikan pelayanan kesehatan. Rencananya Pos Kesehatan akan dipusatkan di Posko Universitas Muhammadiyah Jakarta. (UMJ), melakukan penyemprotan desinfektan untuk pengendalian penyakit menular yang dilakukan oleh 100 tim (1 tim terdiri dari 3 orang), melakukan pengasapan, pemeriksaan jentik dan abatisasi, pemeriksaan kualitas air dan pelayanan post traumatik bagi korban yang dilakukan oleh 10 tim yaitu dari RSJ Darmawangsa, RS Gandaria. RS Pondok Indah, RS MMC, RS Medistra, RSUP Fatmawati, RS Duren Sawit, RSP Pertamina, RS Tebet dan RS Siloam, memberikan vaksinasi TT pada sebanyak + 300 petugas lapangan (SAR, petugas evakuasi dan petugas kesehatan), serta merencanakan untuk merelokasi pengungsi di 1 lokasi yaitu Kertamukti.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan PT Bio Farma memberikan bantuan 2.000 vaksin TT. PPK Regional DKI Jakarta mengirimkan bantuan berupa 1 unit ambulans regional dan 2 unit ambulans gawat darurat. Departemen Kesehatan telah memobilisasi tenaga kesehatan dari Departemen Kesehatan dan PPK Regional DKI Jakarta serta memberikan bantuan yaitu dana operasional sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah); obat-obatan dan bahan habis pakai, rinciannya 2 paket obat-obatan dan bahan habis pakai, 100 ampul ATS dan 5 vial anti bisa ular; bahan makanan yaitu 100 koli makanan siap saji dan 2 ton MP-ASI, sarana logistik untuk kesehatan lingkungan yaitu 500 liter lysol, 5 drum kaporit, 4.000 buah masker, 1.000 buah sarung tangan, 2 unit mist blower, 3.000 polybag, 1.500 bungkus autan, 5.000 tab aquatab, 10 dus lem lalat, 400 sepatu boot, 20 liter insektisida dan 490 gallon bacticlean; dan logistik lainnya yaitu 100 buah kantong mayat , selimut, 59 kotak sarung tangan, 5.000 masker, 10.000 plastik klip obat, dan 15 botol larutan H2O2 dan 25 paket leptospira tes; serta meminjamkan 4 unit AC Standing dan 4 buah tenda Rumah Sakit Lapangan.
Hingga saat ini permasalahan kesehatan masih dapat diatasi oleh jajaran kesehatan setempat. Pemantauan tetap dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, PPK Regional DKI Jakarta dan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes.
| < « Sebelumnya | Berikutnya » > |
|---|








