PERKEMBANGAN KEGIATAN GUNUNG IBU
Rabu, 03 Maret 2010 00:00
Berdasarkan laporan yang kami terima dari Badan Geologi tentang Perkembangan Kegiatan Gunung Ibu adalah sebagai berikut :
I. Pendahuluan
Gunung Ibu merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia, gunung ini secara geografis terletak pada posisi 1°29'27" LU dan 127°37'50"LS dengan tinggi puncaknya sekitar 1.340 m di atas permukaan laut. Secara administratif terdapat di Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.
II. Kegempaan
Tanggal 2 s/d 3 Maret 2010 pukul 06.00 WIB terekam gempa :
- 88 kali gempa letusan
- 28 kali gempa tektonik jauh
- 138 kali gempa hembusan
- 3 kali gempa tektonik lokal
- 1 kali gempa vulkanik dangkal
Gunung Ibu tanggal 3 Maret 2010 pukul 06.00 WIB umumnya cuaca cerah angin tenang, gunung api tertutup kabut, asap putih kelabu sedang dengan tinggi 100 m s/d 200m.
III. Kesimpulan
-
Berdasarkan analisis hasil pemantauan kegempaan dan visual hingga tanggal 3 Maret 2010 pukul 06.00 WIB status kegiatan Gunung Ibu masih tetap ”SIAGA”.
- Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan Gunung Ibu dan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah
Sehubungan dengan status Gunung Ibu SIAGA (Level III), maka direkomendasikan:
-
Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diharap tenang, tidak perlu ada pengungsian, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Ibu. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (selaku Ketua SATKORLAK PB) dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Ketua SATLAK PB) tentang aktivitas Gunung Ibu. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan SATKORLAK PB.
-
Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati Gunung Ibu dalam radius 2 km dari Kawah Gunung Ibu.
- Jika terjadi hujan abu vulkanik di sekitar Gunung Ibu :
- Agar masyarakat menggunakan masker penutup hidung dan mulut, karena abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan
- Abu vulkanik juga dapat merusak lahan tanaman, namun dalam selang waktu 1 - 2 tahun dapat menyuburkan lahan yang baik untuk pertanian.
(Sumber : Badan Geologi, Departemen ESDM)
| < « Sebelumnya | Berikutnya » > |
|---|








